SEJARAH SINGKAT
UNIVERSITAS TIMOR
Hasil Referendumdi Propinsi Timor-Timur yang diumumkan oleh PBB, pada bulan Agustus tahun 2009 yang dimenagkan (mutlak) oleh masyarakat Timor-Timur yang pro kemerdekaan telah meluluhlantakan seluruh pembangunan yang telah dilakukan di Timor-Timur. Universitas Timor-Timur (UNTIM) juga mengalami kehancuran. Aset-Aset berupa bangunan gedung kantor dan gedung perkuliahan hangus terbakar, sedangkan para dosen dan karyawan administrasi termasuk mahasiswa melakukan pengungsian ke Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Dalam pengungsiannya bersama Rektor UNTIM : Theo Tidja Balella, SVD, SH.LLM, dibentuklah posko dalam masa transisi selama enam (6) bulan di Kupang. Tujuannya adalah (1) menghimpun seluruh warga Untim yang mengungsi dan (2) melakukan persiapan menyelesaikan mahasiswa tingkat akhir. Pada bulan Desember tahun 1999 UNTIM di daerah pengungsian – Kupang, berhasil mewisuda 500 orang di Aula Kantor Gubernur Propinsi Nusa Tenggara Timur.
Kecuali itu, dalam masa transisi tersebut timbul keinginan dari warga UNTIM agar karya dan misi UNTIM dapat dilanjutkan di Wilayah perbatasan. Selanjutnya dibentuklah tim sukses untuk melakukan kajian studi kelayakan pendirian Universitas. Hasilnya cukup menggembirakan bahwa sebagian masyarakat, tokoh-tokoh adat, tokoh pendidik dan tokoh agama di wilayah perbatasan dan tiga (3) Pemerintah Daerah : Kabupaten Belu, TTU dan TTS termasuk Pemerintah Propinsi NTT mendukung pendirian Universitas. Tanggal 06 Juni 2000 Universitas Timor mendapat ijin operasional dari Menteri Pendidikan Nasional dengan SK Nomor : 67/D/0/2000.
Berdasarkan ijin operasional dari Mendiknas RI tersebut, maka pada tanggal 16 Juni Tahun 2000 Dewan Pimpinan Yasasan Pendidikan Cendana Wangi (SANDINAWA), sebagai penyelenggara Universitas Timor, mengeluarkan ijin pendirian Unimor dengan SK Nomor : 01/P/YS/VI/2000, di Kefamenanu yang berbatasan langsung dengan Negara Republik Demokratic Timor Leste. Universitas Timor didirikan oleh
- Drs. Anton Amaunut
- Drs. Hendrikus Sakunab
- P. Theo T. Balella, SVD, SH,LLM
- Ir. Esthon Foenay
- Raymundus Fernandez, S.Pt
- Drs. Theodorus L. Taolin
- Bernadus Ignasius Bala Ledjepen
- Michael Balok Bana
- Yohanes T. Sonbay
- Drs. Viktor T. Kapitan
- Blasius Widodo
- Thomas Budi Hartanto
- Aloysius Tantri Sanak
- Wilhelminus Wolo, SH
- Drs. Alex Thall
- Drs. Fransiskus Uskono, SH
- Drs. Yakob Dima
- P. Yohanes Salu, SVD,MA
- Alfonsius Kono, SH
- Drs. Yakob Dima
- Roberth Tanur
- Abraham Bau
- Yosep Dias
- Drs. Ignasius Raydais
- Drs. Titus Mali
- Alexander vincentius Bouk
- Hendrikus John Levi Mangung
- Vincentius Loe
- Drs. Paulus Yosep Asa
- Drs. Paulus Yosep Klau
- Gaspar Tae
- Herman Yosep Loe Mau
- Yusuf Sulaiman
- Drs. Stefanus Nahak
- Drs. Gabriel Liem
- Pieter Nuba Ledjepen
- Drs. Anton Bele
- Abilio Jose Osorio Soares
- Bene Mathaus, BA
- Maria Theresia Matilda Salu, SH
- Drs. P.B. Letor
- Viktor Lay
- Bau Yoseph, BCKN
- Agus Meol, SH
- Ir. Arnoldus Klau Berek, MP
Unimor memiliki 4 (empat) Fakultas dan sebelas (11) Program Studi. 1). Fakultas Pertanian mempunyai 3 (tiga) Program Studi : (1) Program Studi Agroteknologi, (2) Program Studi Agribisnis, (3) Program Studi Peternakan 2). Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Pemerintahan memiliki (dua) 2 Program Studi (1) Program Studi Ilmu Administrasi Negara, (2) Program Studi Ilmu Pemerintahan 3). Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan mempunyai 4 Program Studi : (1) Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, (2) Pendidikan Bahasa Inggris, (3) Pendidikan Biologi, (4) Pendidikan Matematika, 4). Fakultas Ekonomi memiliki 2 (dua) Program Studi : (1) Program Studi Manajemen, (2) Program Studi Ekonomi Pembangun. Fasilitas yang dimiliki selain gedung kuliah dan gedung kantor yang memadai dan komperehensif, Laboratorium Biologi dan Pertanian, Laboratorium Komputer, Perpustakaan, Laboratorium Bahasa Inggris, jaringan internet (Hotspot area) dan gedung studi center. Disamping itu juga terdapat kebun percontohan, ternak termasuk 2 bidang tanah dengan luasnya 40 ha dan 2 ha.



